Gua berusaha untuk menjadi orang yang seru. Dalam hal ini mungkin gua dibayangi dengan masalah introvert dan extrovert.
Berusaha untuk menjadi orang yang seru itu gua mulai lakuin di perkuliahan gua saat sarjana. Konsep mikirnya gua ketemu orang baru, bebas mau ngapain aja, toh dia ga kenal aku, dan aku mau coba challange diri aku ga jadi orang pendiam aja, jika kondisional aku akan memerankan menjadi peran yang seru itu.
Ternyata keterikatan kita dengan orang tidak juga berlandaskan dari menjadi orang yang seru, ada konsekuensinya dan aku juga memang telah mengetahui konsekuensi tersebut dan i feel so enjoy to do that. Dan disisi lain tanpa aku sadari, aku juga mendapatkan teman yang bahkan tanpa aku buat 'menjadi seru' pun tetap still be friend. Orang orang ini adalah orang yang ga sengaja aku temui dan on that moment aku lagi dalam keadaan cuek dan tidak memainkan peran seru tersebut, i just be my own karakter. Dan see they still be my friend.
Dan i realize now, no matter lu genggam, kalo emang dia ga sefrekuensi dengan lu, lu ga bakalan awet berteman dengan dia, dan se gak bisa serunya kamu menghidupkan suasana ketika lagi ada moment bertemu. Kalo dia paham, cuma satu apa dua kali ngobrol - akan jadi temanmu until the end. Walaupun frekuensi bertemu kalian tidak sering. Tapi they still understand about you, and when in one condition ketika kamu meet atau chat to each other, ada feel warn diantara kalian. That's what i got.
