Kamis, 7 Mei 2026

by - Mei 06, 2026

Hari ini Kamis, tanggal 7 Mei 2026-

Aku bingung, tiba tiba aku bingung dengan 'kok bisa aku bingung ya?',

Padahal aku ga begini sebelumnya.


Tiba tiba teringat kalo - aku tu ga pernah ga punya aktivitas - biasanya dulu, ketika lagi begini, aku buka blog dan menulis.

Aku ingin, menulis yang aku lakukan waktu itu adalah untuk membunuh waktu.


Tiba tiba saja aku lupa cara membunuh waktu di dalam diam dan tanpa bersuara. Belakangan ini aku mencoba hal baru, aku mencoba untuk menerima bantuan, yang katanya 'sini nad, cerita, ga semuanya harus di pendam sendiri - you need to tell us what happened' - dan yaaa - ok, setelah mikir ribuan kali, aku mencoba untuk berani cerita dan coba pegang kalo bantuan itu ga ada salahnya. Tapi mungkin kali ini 'not works' - entah lah karena memang bukan rezeki ku, atau entah karena memang yang aku alami serumit ini.


Hahaha, iya - kalo tidak rumit, tidak mungkin aku sibuk mempelajari dan observasi serta hati hati dengan semuanya. 


Tapi, si bodoh ini (si nadya ini), mungkin saking senangnya ada orang yang ingin membantu, jadi lupa untuk berhati hati - hingga semuanya ternyata lebih rumit dan kusut lagi (in the end). Aku baru sadar, bahwa ga ada orang yang benar benar siap untuk membantu semua ini. Semuanya takut dengan resiko dan kepentingannya masing masing. 


Benar nad. Ternyata kamu terlalu polos. Kamu terlau naif. Ga semua orang baik. 

Dan lucunya, benaran ada orang yang ga senang kalo kita senang. 


Semua pengalaman ini menjadi pelajaran untuk ku.


Yang harus di ikhlaskan dan direlakan adalah masalah rumit yang selama ini aku genggam, kini menjadi makin kusut. Dan harus aku terima. Dan kenyataan bahwa - ternyata endingnya jadi se sendiri ini - pun harus aku terima. Salah paham yang tidak pernah clear, labeling yang makin ga jelas asalnya dari mana dan jadi opini yang semakin (ah, entahlah), seperti seolah olah tidak pernah kenal siapa seorang nadya ini.


Harapan, kesulitan, kemustahilan, kelelahan, pintu tertutup, jalan terjal, jalan putus - tidak membuat aku berhenti untuk mencoba.

Sampe pada akhirnya aku berhenti bukan karena alasan diatas, tapi karena kecewa.

Aku baru tahu, efek kecewa bisa membuat ku tidak memiliki kaki lagi untuk melangkah.




Duh,

Apa yang aku lakukan pagi pagi ini?

Hahaha, yasudah - i am trying to fix my mess - my own mess. Simpan rapi lagi semua suara - karena - (hm, aku harus menuliskan apa ya?)



Yang jelas, aku kembali lagi ke sebelumnya, berteman dengan jari jemari yang menjadi pendinginku ketika aku butuh 'duduk dan mengobrol' - karena hanya itu saja yang bisa aku lakukan, yang aman aku lakukan. 


Terimakasih ya laptop ku, yang selalu menemani ku ketika aku tidak tau harus berbuat apa. Terimakasih ya halaman blog ku, yang selau ada saat aku butuh ruang untuk berbicara. Terimakasih nad, sudah mau mencari ruang aman - untuk kita bersuara - setidaknya - daripada berkelut dengan hal hal sebelum ini yang semakin kehilangan dirimu.

You May Also Like

0 coment�rios

Diberdayakan oleh Blogger.